dr.Penggalih Physics of Crash Lab Edu-SMA

Komparasi 3 Skenario: Jatuh Vertikal (90°), Tabrak Tembok (0°), & Terpelanting ke Aspal (45°)

g = 9.8 m/s² m = 4.5 kg
Uji 3 Skenario Bersamaan
Siap Diuji
💡

Trik Presentasi ke Siswa: Ubah kecepatan ke tinggi lantai 2 (4,5 m = 34 km/jam). Mintalah mereka menebak apakah 34 km/jam itu pelan. Lalu aktifkan 0.25x SlowMo dan tekan tabrakan serentak untuk membedah fase impuls milidetik demi milidetik.

Kontrol Parameter Fisika v = √(2gh)

Ketinggian Jatuh (Lantai Gedung)
4.5 m / Lantai 2 Sekolah
1.0m (Terguling) 4.5m (Lt. 2) 9.0m (Lt. 3) 15m (Lt. 5)
Alat Pelindung Diri (Helm SNI/ECE)
Peredam busa EPS & cangkang luncur
Kecepatan Benturan (v)
33.8 km/jam
= 9.39 m/s
Energi Benturan (Ek = Ep)
198.5 Joule
Massa kepala ~4.5 kg
Waktu Deselerasi (Δt)
18 milidetik
Lapisan EPS remuk terkontrol
Gaya Puncak Benturan (F)
2.35 kiloNewton
Di bawah batas fraktur (5 kN)
Status: Terlindungi Helm
Deselerasi ~53 g
90° Vertikal: Busa EPS helm remuk menyerap energi, menahan kompresi tengkorak agar tidak pecah.
0° Tembok: Cangkang terdistribusi merata menahan benturan frontal, mengurangi risiko cedera otak coup-contrecoup fatal.
45° Aspal: Cangkang licin memicu Glancing Off (menggelincir), meredam gaya gesek dan memangkas torsi rotasi otak (mencegah Diffuse Axonal Injury).